BAB I
PENDAHULUAN
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa
Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang
besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan
negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang
membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
Jaringan WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau
Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan
jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor
cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat
dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan
ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan
antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang
berada di lain kota ataupun negara. Seperti LAN (Local Area Network), dalam
sebuah WAN terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data.
Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastrukt
ur WAN. Perangkat-perangkat antara lain :
ur WAN. Perangkat-perangkat antara lain :
• Router
• Switch
ATM
• Modem
• CSU/DSU
• Communication
Server
• Multiplexer
• wireless
• antena
Semua perangkat tersebut akan mendukung kinerja jaringan berbasis
WAN. Tanpa adanya perangkat-perangkat pendukung tersebut tentu jaringan tidak
akan bekerja dengan maksimal. Padahal berbasis WAN merupakan jaringan yang
berbasis luas, yang digunakan untuk berkomunikasi dari berbagai belahan bumi
ini, yaitu antar Negara bahkan antar benua. Jadi perangkat tersebut harus
perangkat yang memiliki standard yang memenuhi, yaitu harus
perangkat yang berkualitas tinggi.
Semua perangkat mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda
sehingga semua kebutuhan jaringan akan terpenuhi dengan adanya
perangkat-perangkat tersebut. Namun dibalik keunggulan perangkat-perangkat
tersebut tentu juga terdapat juga beberapa kelemahan dari setiap perangkat
tersebut.
Rumusan Masalah
* Peralatan dan teknologi WAN
* Standar WAN?
* Akses WAN?
* Akses WAN?
BAB II
Peralatan dan Teknologi WAN
Wide area network (WAN) digunakan
untuk saling menghubungkan jaringan-jaringan yang secara fisik tidak saling
berdekatana terpisah antar kota, propinsi, atau bahkan terpisahkan benua
melewati batas wilayah negara satu sama lain. Koneksi antar remote jaringan ini
umumnya dengan kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari koneksi jaringan
local lewat kabel jaringan. Saat ini banyak tersedia
Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia layanan (ISP).
Menurut definisinya Teknologi
WAN digunakan untuk:
- Mengoperasikan jaringan area dengan batas
geography yang sangat luas
- Memungkinkan akses melalui interfance
serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah
- Memberikan koneksi full-time (selalu ON)
atau part-time (dial-on-demand)
- Menghubungkan perangkat-perangkat yang
terpisah melewati area global yang luas
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi
perangkat-perangkat yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media
transmisi, perangkat, protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi
WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN menghubungkan
perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
- Router,
menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port
interfance WAN
- Switch,
memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan
juga video
- Modem,
yang memberikan layanan interfance voice, termasuk channel service
units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance layanan
T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang
menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN)
- System komunikasi dalam teknologi WAN
menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti
halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link
Pendahuluan
Teknologi WAN
Protocol WAN pada layer Physical
menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric, mekanik, operasional, dan fungsional
dari layanan jaringan WAN. Layanan-layanan ini kebanyakan didapatkan dari para
penyedia layanan seperti Telkom, Lintas Artha, Indosat.
Data Link Layer
WAN
Protocol WAN pada layer Data Link
menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system melalui jalur tunggal.
Protocol-protocol ini didesign untuk beroperasi melalui koneksi dedicated
Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti
Frame relay. WAN juga mendefinisikan standard WAN yang umumnya menjelaskan
metoda-metoda pengiriman layer physical dan juga kebutuhan-kebutuhan layer Data
Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.
Layer Physical
WAN
Layer Physical WAN menjelaskan
interfance antar data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating
equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah
perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan-layanan yang ditawarkan kepada
DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit/data
service unit (CSU/DSU).
Beberapa standard layer Physical
menspesifikasi interfance berikut ini:
- EIA/TIA-232
- EIA/TIA-449
- V.24
- V.35
- X.21
- G.703
- EIA-530
Protocol WAN
layer Data Link
WAN mendefinisikan umumnya
encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan line serial synchronous
seperti dijabarkan berikut ini:
Protocol WAN
- High-Level Data Link Control (HDLC) -
adalah standard ISO yang bisa saja tidak saling kompatible antar layanan
yang berbeda. HDLC mendukung konfigurasi Point-to-Point ataupun
Multi-point.
- Frame Relay - dibanding protocol-protocol
WAN lainnya, layanan frame menggunakan framing tanpa memberikan koreksi
error melalui mekanisme lewat fasilitas digital berkualitas tinggi. Frame
relay bisa mentransmisikan voice dan data melalui line telepon yang sudah
ada.
- Protocol-protocol WAN Data Link Layer
mendukung protocol-protocol baik protocol-protocol connectionless maupun
connection-oriented layer tinggi.
BAB III
Standar WAN
WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Standar WAN pada
umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2,
termasuk alamat fisik, aliran data dan enkapsulasi. Dibawah ini adalah
organisasi yang mengatur standar WAN.
Organisasi yang
mengatur standar WAN

Protokol layer 1 menjelaskan bagaimana menyediakan secara elektris, mekanis, operasi dan fungsi koneksi yang disediakan oleh service provider. Beberapa standar fisik dan konektornya digambarkan dibawah ini.
Data link layer menjelaskan bagaimana data dienkapsulasi untuk transmisi ke remote site, dan mekanisme untuk pengiriman yang menghasilkan frame. Ada bermacam macam teknologi yang digunakan seperti ISDN, Frame Relay atau Asynchromous Transfer Mode (ATM). Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang sama, yaitu High-Level Data Link (HDLC) atau satu dari beberapa variannya seperti point to point.
BAB III
Akses WAN
Frame Relay
Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relaymerupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
[Image: frame_relay_1.jpg]
CONTOH TOPOLOGI FRAME RELAY
DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat “internetworking” pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Cara Kerja Frame Relay
Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relaymerupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
[Image: frame_relay_1.jpg]
CONTOH TOPOLOGI FRAME RELAY
DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat “internetworking” pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Cara Kerja Frame Relay
Frame Relay merupakan suatu layanan
data paket yang memungkinkan beberapa pengguna menggunakan satu jalur transmisi
pada waktu yang bersamaan. Untuk lalu lintas komunikasi yang padat, Frame Relay
jauh lebih efisien daripada sirkit sewa (leased line) yang disediakan khusus
untuk satu pelanggan (dedicated), yang umumnya hanya terpakai 10% sampai 20%
dari kapasitas lebarpita (bandwidth)-nya. Dalam teknik telekomunikasi,
penyakelaran paket (packet switching) dikembangkan untuk memenuhi komunikasi
data yang sifatnya cepat dan akurat. Sebuah paket dapat digambarkan seperti
sebuah amplop atau sampul surat tercatat; mempunyai alamat tujuan, alamat
pengirim atau alamat kembali jika kiriman tidak sampai, dan tentu saja isi
pesannya atau berita-nya sebagai hal yang pokok. Dalam paket yang berisi data
elektronik, masih dilengkapi dengan deteksi kesalahan, ada pula konfirmasi dari
si penerima dalam bentuk kode yang dikirim kembali ke pengirim, apakah paket
dapat diterima secara utuh. Pada paket data ini ada istilah frame (bingkai)
yakni yang menyatakan batas bingkai sebuah paket. Batas frame ditandai dengan
flag. Demikianlah sehingga data dibawa sepanjang jalur komunikasi dalam bentuk
frame-frame. Struktur dasar sebuah frame adalah seperti terlihat pada
gambar 1
GFI = General Format Identifier
GFI = General Format Identifier
LCN = Logical Channel Number
LGN = Logical Channel Group Number
PKT TYPE ID = packet type
identification
FCS = Frame check sequence
DLCI = data link connection
Indentifier C/R = Command/response field bit
(application specific-not modified
by network)
FECN = Forward Explicit Congestion
notification
BECN = Backward Explicit Congestion
notification
DE = Discard Eligibility Indicator
EA = Address Extension
(allow indication of 3 or 4 byte
header)
Gambar 1. (a) Struktur dasar frame, (b) Field informasi pada X.25
Gambar 1. (a) Struktur dasar frame, (b) Field informasi pada X.25
(c) Struktur frame pada Frame Relay,
dan (d) Format header pada Frame Relay Gambar 1a, sedang Gambar 1b menyatakan
uraian isi information field pada paket X.25. Gambar 1c dan 1d masing masing
menyatakan struktur frame dan header (kepala paket) pada Frame Relay. Header
merupakan data tambahan pada informasi yang dikirimkan, berisi tanda pengenal
pengirim maupun penerima serta tanda-tanda lain yang diperlukan untuk menjamin
penyampaian yang benar dari seluruh informasinya (lihat Gambar 1b dan 1d).
Standar internasional untuk akses
jaringan dengan penyakelaran paket yang pertama muncul adalah X.25, yang
direkomendasikan oleh CCITT (kini ITU-T) pada tahun 1976. Frame Relay yang
muncul setelah X.25 ternyata jauh lebih efektif daripada X.25, karena X.25 kerjanya
menjadi lambat karena adanya koreksi dan deteksi kesalahan. Frame Relay
memiliki sedikit perbedaan; ia mendefinisikan secara berulang header-nya pada
bagian awal dari frame seperti terlihat pada Gambar 1d, sehingga dihasilkan
header frame normal 2-byte (satu byte atau octet terdiri dari delapan bit).
Header Frame Relay dapat juga diperluas menjadi tiga atau empat byte untuk
menambah ruang alamat total yang disediakan. Dalam gambar-gambar yang
mengilustrasikan jaringan-jaringan Frame Relay, piranti-piranti pengguna
ditunjukkan sebagai pengarah-pengarah LAN, karena hal tersebut merupakan
aplikasi Frame Relay yang berlaku secara umum. Tentu saja mereka dapat juga
merupakan jembatan-jembatan LAN, Host atau front-end processor atau piranti
lainnya dengan sebuah antarmuka Frame Relay.
Header Frame Relay terdiri dari
deretan angka sepuluh bit, DLCI (Data Link Connection Identifier)-nya merupakan
nomor rangkaian virtual Frame Relay yang berkaitan dengan arah tujuan frame
tersebut. Dalam hal hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini akan menunjukkan
port-port yang merupakan LAN pada sisi tujuan yang akan dicapai. Adanya DLCI
tersebut memungkinkan data mencapai simpul (node) Frame Relay yang akan
dikirimi melalui jaringan dengan menempuh proses tiga langkah yang sederhana
yakni:
Memeriksa integritas dari frame-nya
dengan menggunakan FCS (Frame Check Sequence). Jika melalui pemeriksaan ini
diketahui adanya suatu kesalahan, frame tersebut akan dibuang.
Mencari DLCI dalam suatu tabel. Jika
DLCI tersebut tidak didefinisikan untuk link (hubungan) yang dimaksud, frame
akan dibuang.
Mengirim ulang (disebut mrelay)
frame tersebut menuju tujuannya dengan mengirimnya ke luar, ke port atau trunk
(jalur) yang telah dispesifikasikan dalam daftar tabelnya.
Dengan demikian, simpul Frame Relay
tidak melakukan banyak langkah pemrosesan sebagaimana halnya dalam
protokol-protokol yang mempunyai keistimewaan penuh seperti X.25.
Gambar 2 membandingkan kesederhanaan
Frame Relay dengan pemrosesan pada X.25 yang lebih kompleks. Demi praktisnya
gambar tersebut mencerminkan jalur dari suatu paket data yang sudah valid.
Deskripsi yang menunjukkan pemrosesan langkah-langkah untuk error recovery
(pemulihan akibat adanya kesalahan) dan frame non-informasi untuk X.25 akan
jauh lebih rumit. Rangkaian-rangkaian pada Frame Relay merupakan rangkaian
Virtual Circuit (VC). VC ini diatur sejak awal secara administratif baik oleh
operator jaringan melalui sistem manajemen jaringan ( disebut PVC; permanent
virtual circuit), maupun melalui suatu basis call-by-call dalam aliran data
normal dengan menggunakan suatu perintah dari pengguna jaringannya (disebut
SVC; switched virtual circuit). Untuk X.25, metode normal penciptaan panggilan
(call set-up) adalah dengan SVC. Karena VC pada Frame Relay pada umumnya
menentukan atau mendefinisikan suatu hubungan antara dua LAN. Sebuah VC baru
tentu dibutuhkan jika akan memasang sebuah LAN yang baru ke jaringan tersebut,
yang dapat di-set-up melalui PVC atau SVC.
Pembuangan Data
Untuk menjaga mekanisme dasar Frame
Relay sesederhana mungkin, ada satu aturan dasar, yakni jika ada suatu masalah
dengan penanganan suatu frame, maka langsung saja frame tersebut dibuang. Dua
prinsip yang menyebabkan adanya pembuangan adalah hasil dari adanya deteksi
kesalahan pada data atau adanya kemacetan seperti jaringannya terbebani secara
berlebihan (overloaded). Bagaimana jaringan dapat membuang frame-frame tanpa
menghancurkan integritas komunikasi? Jawabannya terletak pada adanya
intelegensi atau kecerdasan pada piranti di titik akhir (endpoint) seperti PC,
stasiun kerja (workstation) dan host. Piranti-piranti pada titik akhir ini
beroperasi dengan protokol-protokol multilevel yang dapat mendeteksi dan
memulihkan atau membentuk kembali data yang hilang dalam jaringan.
Pemulihan oleh Protokol pada Lapisan
yang Lebih Tinggi
Bagaimana sebuah protokol pada
lapisan yang lebih tinggi memulihkan dari hilangnya sebuah frame? Ia menjaga
jalur urutan dari urutan angka-angka berbagai frame yang dikirim dan
diterimanya. Suatu kode balasan atau tanda terima (acknowledgements) dikirim untuk
memberitahukan kepada sisi pengirim, nomor-nomor frame mana yang telah diterima
dengan baik. Jika suatu urutan nomor hilang, sesudah menunggu selama periode
waktu istirahat, sisi penerima akan meminta suatu transmisi ulang. Dengan
demikian piranti di kedua sisi tersebut menjamin bahwa semua frame pada
akhirnya diterima tanpa kesalahan. Fungsi ini terjadi pada lapisan 4 (Transport
layer), dalam protokol-protokol seperti TCP/IP dan Lapisan Transport (level 4)
OSI. Sebaliknya, jaringan X.25 membentuk fungsi ini pada lapisan 2 dan 3, dan
terminal-terminal akhir (endpoint) tidak perlu menduplikasi fungsi tersebut
dalam lapisan 4. Sebuah frame yang hilang akan menghasilkan transmisi ulang
semua frame yang tak ada pemberitahuannya bahwa ia telah sampai. Pemulihan
seperti ini memerlukan siklus ekstra dan memori dalam komputer-komputer di
terminal akhir, ia menggunakan lebarpita jaringan tambahan untuk mentransmisi
ulang frame-frame. Akibat paling buruk dari kondisi ini adalah menyebabkan
tundaan yang besar bagi waktu istirahat pada lapisan yang lebih tinggi, yakni
waktu yang dipakai untuk menunggu frame tersebut untuk datang sebelum
menyatakannya sebagai frame yang hilang, serta waktu yang dipakai untuk
melakukan transmisi ulang. Oleh sebab itu walaupun lapisan yang lebih tinggi
dapat memulihkan ketika pembuangan terjadi, faktor terbesar yang menyumbang
kinerja keseluruhan dari sebuah jaringan adalah kemampuan dari jaringan
tersebut untuk meminimumkan terjadinya pembuangan frame. Pertanyaan berikut
adalah: apa yang menyebabkan frame-frame dibuang? Dua sebab yang paling utama
adalah kesalahan bit (bit error) dan kemacetan atau kongesti (congestion).
Pembuangan Frame yang Disebabkan oleh Kesalahan Bit
Pembuangan Frame yang Disebabkan oleh Kesalahan Bit
Jika kesalahan terjadi di dalam
frame-nya, yang umumnya disebabkan oleh derau pada jaringan, ia akan terdeteksi
melalui FCS setelah frame diterima. Tak seperti pada X.25, simpul yang
mendeteksi kesalahan tidak meminta pengirimnya untuk mengirim ulang framenya.
Simpul tersebut langsung membuang frame dan melanjutkan menerima frame
berikutnya. Kondisi ini tergantung pada kecerdasan PC atau stasiun kerja tempat
data berasal untuk mengenali bahwa kesalahan telah terjadi dan mengirim ulang
datanya. Dikarenakan oleh biaya yang tinggi oleh adanya pemulihan pada
lapisan-lapisan yang lebih tinggi, pendekatan ini akan mengundang masalah pada
efisiensi jaringan jika jalurnya memiliki derau yang cukup besar dan jelas akan
menimbulkan banyak kesalahan. Namun demikian, kini semakin banyak
tulangpunggung jaringan berbasis pada optik fiber yang mempunyai laju kesalahan
sangat rendah, maka frekuensi kesalahan yang berdampak pada pemulihan data pada
titik akhir pada jalur jaringan semacam itu begitu rendah, sehingga bukan
merupakan suatu masalah. Dengan demikian, Frame Relay memiliki keunggulan hanya
pada jalur-jalur jaringan yang bersih dengan tingkat kesalahan yang
rendah.
Pembuangan frame yang Disebabkan
oleh Kemacetan
Pembuangan frame yang lebih sering
terjadi adalah akibat dari kemacetan dalam jaringan. Kemacetan terjadi baik
disebabkan oleh suatu simpul jaringan yang menerima lebih banyak frame
dibanding kemampuan untuk memprosesnya (disebut kemacetan penerimaan), atau
ketika ia dituntut untuk mengirim lebih banyak frame melewati jalur yang
dipilihnya daripada kecepatan yang diijinkan oleh jalur tersebut (disebut
kemacetan jalur). Dalam kasus lainnya adalah ketika rangkaian
penyangga-penyangga simpul (node’s buffer) yakni memori yang bersifat
temporer untuk frame-frame yang masuk ketika menunggu pemrosesan atau antrian
frame-frame yang ke luar menjadi terisi penuh dan simpul tersebut harus
membuang frame-frame sampai penyangganya mempunyai ruangan atau tempat. Jika
lalu lintas LAN demikian padat, probabilitas kemacetan yang terjadi dapat
menjadi tinggi, kecuali penggunanya membangun demikian banyak, baik jalur
maupun penyakelarnya, yang berdampak membayar lebih banyak dari yang semestinya
untuk biaya jaringannya. Maka sangat penting bahwa jaringan Frame Relay harus
mempunyai kinerja yang baik untuk menangani kemacetan maupun meminimumkan
pembuangan frame.
Dengan demikian, rangkuman dari
pengertian prinsip kerja Frame Relay adalah;
Aliran data pada dasarnya
pengarahannya berbasis pada header yang memuat DLCI, yang mendeskripsikan
tujuan frame-nya. Jika jaringan mempunyai masalah dalam menangani sebuah frame,
baik yang disebabkan oleh kesalahan jaringan atau kemacetan secara praktis ia
akan membuang frame tersebut.
Frame Relay membutuhkan jaringan
dengan laju kesalahan yang rendah (low error rate) untuk mencapai kinerja yang
baik. Jaringannya tidak mempunyai kemampuan untuk mengoreksi kesalahan, maka
Frame Relay tergantung pada protokol-protokol pada lapisan yang lebih tinggi di
dalam piranti-piranti pengguna yang memiliki kecerdasan untuk memulihkannya
dengan mentransmisikan ulang frame-frame yang hilang.
Pemulihan kesalahan oleh
protokol-protokol lapisan yang lebih tinggi, walaupun itu otomatis dan andal,
adalah tidak ekonomis dipandang dari sudut penundaan pemrosesan dan lebarpita.
Maka mau tidak mau jaringannya harus meminimumkan terjadinya pembuangan frame.
Pada jaringan yanbersih, kemacetan
mendominasi penyebab terjadinya pembuangan, yang berarti bahwa kemampuan
jaringan untuk mencegah dan bereaksi terhadap kemacetan merupakan hal yang
sangat penting dalam menentukan kinerja jaringan.
Pertumbuhan Jaringan Frame Relay
Frame Relay merupakan teknologi
jaringan data paket yang paling cepat pertumbuhannya dalam sejarah
telekomunikasi. Seperti lazimnya dalam dunia bisnis, makin banyak perusahaan
yang beralih ke teknologi Frame Relay sebagai suatu layanan komunikasi data
yang hemat biaya dan efisien, kondisi tersebut tentu akan makin memicu
pertumbuhan layanan yang diberikan oleh perusahaan penyedia layanan
telekomunikasi. Sampai menjelang akhir tahun 1996 saja, ada 28 layanan Frame
Relay yang ditawarkan di Eropa, yang layanannya menjadi terus berkembang baik
secara nasional maupun internasional. Sebagai contoh di Jerman, layanan Vebacom
(sebelumnya Meganet) mencakup 120 kota, sementara di Perancis 150 kota dicakup
oleh Air France Operator Telecommunications. Di Inggris, BT (British Telecom)
pun telah mengumumkan perwujudan jaringan Frame Relay nasionalnya. Menurut
gambaran Datapro, pasar peralatan Frame Relay Eropa diharapkan tumbuh sekitar
45% dalam tahun 1997 ini hingga mencapai 181,3 juta dolar AS. Gambaran untuk
tahun 1996 saja menunjukkan Jerman memimpin di depan dalam penjualan peralatan
sampai mencapai 20.300 unit. Untuk interkoneksi LAN di Amerika Serikat, Frame
Relay telah melampaui pangsa pasar 90%.
Frame Relay untuk Menangani Komunikasi
Suara
Maksud semula, Frame Relay memang
digunakan untuk menangani komunikasi data, namun kini ia sudah mulai
dimanfaatkan juga untuk menangani komunikasi suara (telepon), suatu hal yang
agak mengejutkan namun memang nyata. Awalnya dimulai oleh perusahaan
transportasi muatan barang segar (dry and refrigerated), yakni Allen Lund Co.
(La Canada, California).Allend Lund Co. mempunyai 13 kantor cabang di Amerika
Serikat dan Kanada; perusahaan ini telah lama menggunakan layanan jaringan
publik konvensional untuk hubungan dengan dan antar kantor cabangnya. Ketika
perusahaan tersebut meneliti kemungkinan alternatif mengenai jaringan
publiknya, mereka menemukan bahwa sirkit sewa menghabiskan biaya sekitar 5.000
dolar perbulan lebih banyak daripada menggunakan layanan Frame Relay publik
dari Perusahaan MCI Communication. Namun sayangnya, Frame Relay dari MCI tidak
dapat dipakai untuk mendukung lalu lintas suara. Allend Lund kemudian
memutuskan utuk memasang piranti-piranti akses Frame Relay yang dapat menangani
suara secara maraton yang disebut FRAD (FRADs = Frame Relay access Devices)
dari Micom Communications Corp. (Simi Valey, California). Karena percakapan
telepon dan fax di lingkup jaringan kantor-kantor cabang yang dimilikinya pada
intinya bebas biaya, Allend Lund kini bisa menghemat 1.500 dolar perbulan untuk
rekening telepon (suara).Perintis Frame Relay suara lainnya di Amerika adalah
Morgan Keegan (Memphis, Tennese), sebuah firma broker (brokerage house). Morgan
Keegan sebelumnya telah mengoperasikan jaringan-jaringan yang terpisah untuk
lalu lintas data dan suara. Firma ini kemudian memutuskan untuk menyalurkan
data dan suara secara bersama-sama dalam sebuah jaringan Frame Relay untuk
alasan-alasan manajemen dan biaya. Sebelumnya ia menggunakan sirkit-sirkit sewa
untuk berhubungan dengan para mitra bisnisnya (trader). Jaringan Frame Relay
yang dimilikinya kini berbasis pada pengarah-pengarah (router) 6520MP dari
Motorola Information System Group (Mansfield, Massachusetts), yang mampu
melakukan tugasnya dengan biaya yang lebih murah.
Dari segi teknis, Frame Relay
sebenarnya memiliki dua kendala untuk menangani lalu lintas suara. Pertama,
jaringan Frame Relay publik mentransportasikan frame-frame dalam pola yang
pertama datang yang pertama pula yang dilayani. Tidak seperti
penyakelar-penyakelar yang menyesuaikan diri dengan standar ATM (mode transfer
asinkron), penyakelar-penyakelar Frame Relay tidak dapat menset
prioritas-prioritas dari lalu lintas yang tipenya berbeda. Kedua, sementara
semua lalu lintas ATM dibawa melalui sel-sel yang panjangnya tetap (53 byte),
paket- paket Frame Relay panjangnya bervariasi. Bergantung kepada aplikasinya,
sebuah frame dapat mencapai 1000 byte panjangnya. Panjang yang bersifat
variabel ini akan menghasilkan tundaan yang variabel, yang merupakan masalah
besar bagi lalu lintas yang peka terhadap tundaan seperti halnya pada suara.
Untuk mengatasi kedua kendala
tersebut, FRAD yang dipakai memanfaatkan teknik yang disebut prioritisasi
maupun fragmentasi frame. Dengan prioritisasi, FRAD-FRAD memproses frame-frame
yang mengandung lalu lintas yang peka terhadap tundaan (suara, fax dan
mainframe SNA IBM) sebelum mereka mengirim lalu lintas yang tidak dipengaruhi
oleh tundaan jaringan. Beberapa FRAD juga memungkinkan para perancang jaringan
menciptakan parameter-parameter troughput minimum untuk setiap aplikasi guna
menjamin bahwa lalu lintas prioritas rendah tidak sepenuhnya terkunci dari
jaringannya ketika lalu lintas prioritas tingginya demikian banyak. Dengan
fragmentasi frame, FRAD-FRAD mengiris dan memotong-motong frame-frame yang
mempunyai panjang variabel menjadi paket-paket kecil dengan ukuran yang seragam
untuk menghasilkan berubahan tundaan yang tidak mencolok.Kecuali kedua teknik
pokok ini, FRAD-FRAD yang mempunyai kemampuan menangani suara tersebut juga
menggunakan kompresi untuk meminimumkan lebarpita yang dibutuhkan dalam membawa
lalu lintas suara. Percakapan konvensional yang dibawa melalui jaringan
tersakelar publik mengkonsumsi 64 kbps dari lebarpita, sementara FRAD dapat menekan
panggilan-panggilan suara turun sampai 4kbps.
Masalah lain yang dapat muncul
ketika menempatkan suara melalui Frame Relay adalah gema (echo), ketika
mentransmisikan suara yang dipantulkan kembali ke titik tersebut dari tempat ia
dipancarkan. Jika waktu tundaan antara percakapan dan gema lebih dari 45
milidetik, kondisi ini akan menyebabkan percakapan tersebut berhenti. Cara yang
paling jitu untuk mengeliminasinya adalah dengan menggunakan sebuah peredam
gema yang menciptakan suatu model matematis dari suatu pola percakapan dan
mengurangkannya dari jalur transmisi. Beberapa algoritma kompresi suara yang
juga mencakup kemampuan untuk menindas gema, akan membuatnya lebih hemat biaya
daripada memasang penindas-penindas gema eksternal.
Kemampuan untuk mengirimkan fax
melalui Frame Relay juga merupakan suatu pilihan yang menarik bagi banyak
perusahaan yang menghadapi tanggungan rekening yang besar bagi
rangkaian-rangkaian yang digunakan untuk pengiriman fax di antara kantor-kantor
cabang yang berjauhan dengan kantor pusatnya.
Persyaratan untuk mengirim fax
melalui Frame Relay agak berbeda daripada suara. Sebagai contoh, suara dapat
dikompresi atau didekompresi dengan sedikit degradasi layanan. Betapapun, fax
hanya dapat dikompresi pada tingkat sebegitu jauh sebelum mesin fax penerima
sudah mulai mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan dalam transmisi. Demodulasi
merupakan suatu alternatif yang baik, karena ia tidak menggunakan banyak
lebarpita (kurang dalam kebanyakan kasus) dan sangat efisien secara keseluruhan.
Antarkerja Frame Relay dengan ATM
Layanan saling dukung atau
antarkerja (interworking) antara Frame Relay dan ATM sedang menjadi topik
hangat di Amerika Serikat, di mana permintaan akan layanan Frame Relay masih
terus tumbuh mencapai angka lipat tiga. Layanan antarkerja ini menawarkan
keuntungan yang jelas baik bagi para penyedia layanan maupun para pelanggan
mereka. Para penyedia layanan komunikasi yang dapat menghubungkan situs
jaringan Frame Relay dengan situs jaringan ATM secara transparan tentunya memiliki
kans penjualan yang lebih mudah untuk kedua tipe layanan tersebut. Dalam
kasus-kasus tertentu, para pelanggan kelompok korporasi (kelompok jaringan
bisnis dalam suatu firma, industri atau perusahaan besar) menghindari
penggantian sirkit sewa mereka dengan Frame Relay. Hal ini disebabkan kecepatan
yang relatif masih dipandang rendah pada Frame Relay, yakni umumnya 56kbps
untuk hubungan ke tempat-tempat yang jauh, sementara koneksi- koneksi pada sisi
sentral menggunakan akses T1 (1,544Mbps). Di lain pihak, fakta menunjukkan
bahwa, perusahaan-perusahaan besar tidak membutuhkan koneksi ATM kecepatan
tinggi (tentunya dengan biaya yang tinggi pula) yang menyebar ke kantor-kantor
cabang mereka. Di sinilah layanan antarkerja memberikan solusi terbaik dari kedua
masalah tersebut; Frame Relay kecepatan rendah (dan hemat biaya) ke
kantor-kantor cabang, dengan akses ATM kecepatan tinggi ke lokasi kantor
pusat.Pendekatan campuran ini tentunya banyak menarik minat
perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan layanan Frame Relay. Para pengguna
Frame Relay umumnya membangun jaringan mereka dalam konfigurasi Star, dengan
banyak tempat atau lokasi yang jauh-jauh yang kemudian mengumpan ke sebuah
sentral. Jika perusahaan- perusahaan ini kemudian menambah lebih banyak kantor
cabang ke jaringan mereka, plafon lebar pita Frame Relay T1 memberikan suatu
masalah yang besar bagi sisi sentralnya. Dengan antarkerja layanan, para
pelanggan dapat bermigrasi dari Frame Relay ke ATM pada basis lokasi ke lokasi,
yang tentunya lebih hemat biaya daripada menghadapi perpindahan teknologi.
Pendekatan evolusioner ini juga memberikan kepada para penggunanya suatu
kesempatan untuk menekan biaya investasi yang lebih besar dalam teknologi Frame
Relay.
Antarkerja Jaringan dan Antarkerja
Layanan
Walaupun istilah antarkerja secara
generik digunakan untuk menggambarkan bekerja bersama saling dukung antara
Frame Relay dan ATM, sesungguhnya ada dua tipe antarkerja yang berbeda.
Antarkerja jaringan (network interworking) dan antarkerja layanan (service interworking).
Ada perbedaan yang sederhana di antara keduanya. Antarkerja jaringan
memungkinkan dua lokasi Frame Relay untuk berkomunikasi melalui tulangpunggung
ATM kecepatan tinggi. Antarkerja layanan memungkinkan situs Frame Relay
berkomunikasi dengan situs ATM. Kedua tipe antarkerja ini dapat dilihat pada
Gambar 3a dan 3b.Ada beberapa pilihan teknis untuk antarkerja koneksi Frame
Relay dengan koneksi ATM. Kedua tipe antarkerja tersebut membutuhkan sebuah IWF
(interworking function) untuk menterjemahkan dan mengubah protokol-protokol
(dari Frame Relay ke ATM dan sebaliknya). IWF ini, yang umumnya dilakukan dalam
sebuah penyaklar (switch), bertanggung jawab terhadap sejumlah aktifitas,
termasuk pemetaan berbagai parameter, memformat informasi, membatasi paket-paket
dan sel- sel, dan menterjemahkan alamat-alamat. IWF juga menangani manajemen
lalu lintas komunikasi dengan mengubah parameter-parameter kemacetan (kongesti)
dan parameter penentu pemenuhan persyaratan pembuangan (discard eligibility),
yang penanganannya berbeda antara Frame Relay dan ATM.
Bagi penyedia layanan, antarkerja
jaringan memberikan kemampuan untuk menjumlahkan sekelompok lalu lintas
komunikasi Frame Relay kecepatan rendah ke dalam sebuah jaringan kecepatan
tinggi. Dengan antarkerja jaringan, Jaringan Frame Relay dipakai sebagai
pertimbangan untuk menekanbiaya, yang tentu saja hal ini akan mengimbas ke para
pelanggannya.
Antarkerja jaringan menuntut
beberapa masalah yang harus diselesaikan oleh IWF, Di antaranya adalah
fungsi-fungsi pemformatan frame (frame formatting), pemultiplekan hubungan
(connection multiplexing), penentu pemenuhan persyaratan pembuangan (DE;discard
eligibility) dan pemetaan prioritas sel hilang (CLP; cell loss priority),
pemetaan indikasi kemacetan (congestion indication mapping), manajemen lalu
lintas komunikasi (traffic management), enkapsulasi protokol dan operasinya
serta pemeliharaan monitoring.
Dengan antarkerja layanan, konversi
antara Frame Relay dan ATM ditangani secara transparan bagi pelanggan oleh
jaringan penyedia layanan. Antarkerja layanan menuntut fungsi-fungsi translasi
yang begitu mirip dengan antarkerja jaringan. Pemformatan frame untuk
antarkerja layanan sama dengan pada antarkerja jaringan, seperti
pilihan-pilihan untuk pemetaan DE/CLP. Dengan antarkerja layanan, dilakukan
pemetaan PVC (permanent virtual circuit) Frame Relay tunggal ke VPI/VCI
(virtual path/virtual circuit identifier) ATM tunggal yang didukungnya.
Demikian pula fungsi-fungsi inti lainnya yang mempunyai peran untuk pelaksanaan
antarkerja layanan termasuk manajemen lalu lintas, manajemen PVC, dan
enkapsulasi protokol.Ada dua mode dari enkapsulasi protokol untuk
antarkerja layanan: mode transparan dan mode translasi. Perbedaan antara
keduanya terletak pada caranya informasi protokol pada lapisan yang lebih atas
ditangani dalam proses konversi protokol. Mode transparan antarkerja layanan
melucuti header Frame Relay, mengenkapsulasi keseluruhan payload (beban
informasi) yang dibawa ke dalam sel-sel ATM, dan meneruskannya tanpa diubah.
Mode translasi memetakan
penjembatanan lapisan-lapisan yang atas dan protokol-protokol pengarahnya di
antara Frame Relay dan ATM. Pertama-tama IWF memeriksa header payload yang
masuk untuk menentukan protokol-protokol lapisan-lapisan atasnya (Ethernet,
token ring IP, dan sebagainya), kemudian mengganti header-nya dengan header
payload keluar yang cocok dalam format khusus bagi Frame Relay atau ATM.
Keputusan pada mode enkapsulasi yang
mana dari kedua metode tersebut, secara luas akan bergantung pada jaringan-jaringan
pelanggan. Misalnya Jika piranti di tempat pelanggan pada satu lokasi
menggunakan RFC 1490 (the Internet engineering Task Force standard for
multiprotocol interconnection over Frame Relay), dan piranti di lokasi lainnya
menggunakan RFC 1483 (the IETF standard for multiprotocol encapsulation using
ATM adaptation layers), maka mode tranlasilah yang harus digunakan. Sebaliknya,
mode transparan dapat diterapkan sebagai suatu metode enkapsulasi yang umum
digunakan pada lokasi-lokasi pelanggan.
Penutup
Betapapun kini terjadi perkembangan
yang luar biasa pada layanan jasa telekomunikasi, misalnya pada kasus Frame
Relay ini dan kemampuannya untuk berantarkerja dengan ATM. Perkembangannya
lebih jauh di masyarakat ditentukan faktor ekonomi dan informasi yang jelas
serta transparan oleh penyedia layanan bagi para calon pelanggannya. Dalam hal
layanan suara, telepon Frame Relay sekarang ini memang sedang bersaing dengan
telepon (via) internet. Telepon internet lebih unggul dalam hal cakupan karena
lalu lintas suara Frame Relay sekarang ini terbatas penggunaannya pada
komunikasi dalam lingkup perusahaan dan kantor-kantor cabangnya, sementara
jaringan internet telah menyebar begitu luas ke seluruh dunia.Untuk antarkerja
Frame Relay dengan ATM, perkembangan lebih jauh ditentukan oleh kemampuan para
penyedia layanan untuk mendefinisikan dan merumuskan masalah-masalah dalam hal
komunikasi bisnis para calon pelanggannya, serta menyediakan solusi bagi
masalah-masalah tersebut sehingga urusan bisnis menjadi lancar dengan adanya
dukungan telekomunikasi yang begitu canggih, efisien dan hemat biaya. Pada
prinsipnya adalah; para calon pelanggan tentu ingin mengetahui apa yang dapat
dikerjakan oleh antarkerja, namun pada umumnya mereka tidak akan memperhatikan
peralatan macam apa yang disediakan oleh penyedia layanan yang akan digunakan
untuk memberikan tampilan layanan yang dibutuhkan.




Jiahh manggil lagi, fans berat gw ya lo… 👶
ReplyDelete